BERDIKARI (BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI)

The crowning of Independence is not membership of the UN, but the ability to Stand on our own feet.

TRISAKTI TAVIP (TAHUN VIVERE PERICOLOSO)

The Indonesian people can take everything for the sake of revolution.

MANIFESTO POLITIK (USDEK)

The Constitution is made for man, and not man for the Constitution.

PANCASILA (BHINNEKA TUNGGAL IKA)

Between Indonesia and Pancasila is like a Religion with his Teachings.

NASASOS (NASIONALISME AGAMA SOSIALISME)

Tidak ada kerugian bagi Nasionalis jika dalam gerakannya, bekerja bersama-sama dengan Islamis dan Sosialis.

Rabu, 16 April 2014

Asal Mula Kejadian Api Dunia

Browse: Home + +

Diriwayatkan bahwa Rasululallah SAW pernah menceritakan asal-usul kejadian api di dunia ini. Setelah Nabi Adam diturunkan ke dunia karena kesalahanya, beliau tidak lagi memperoleh makanan secara mudah seperti di surga. Beliau harus bekerja keras untuk memperoleh buah-buahan atau daging untuk dimakan.

Selasa, 08 April 2014

Sembilan April

Browse: Home + +

Assalamu’alaukum...

Sampai dimanakah kesejahteraan rakyat kita, rakyat indonesia, sekareng ini?
Sejak zaman belanda dan jepang, lalu orde lama, kemudian orde baru, sampai di titik reformasi ini; pagi sore, siang malam kita seolah-olah tergila-gila dan demam dengan yang dinamakan pergerakan, organisasi, partai-partai, atau komunitas-komunitas. Sudah lebih dari satu abad yang lalu kita hampir tidak pernah mengenal kata istirahat di dalam kamus kita. Sejak krisis moneter 1998 dan zaman baru runtuh yang kemudian digantikan zaman reformasi, sejak itu pula kita semakin gencar-gencarnya dengan pergerakan, kita semakin tergila-gila dengan pergerakan, kita semakin membanting tulang dengan pergerakan seperti setan yang keranjingan. Arus perjuangan itu tidak berhenti-henti, arus itu tidak mengenal berhenti, tidak mengenal mandeg, ia terus menerus memimpin kita, terus menerus menarik kita. Yang saya ingin tanyakan kepada saudara-saudara sekalian, Sampai dimanakah kita sekarang ini? Semakin dekatkah kita ke arah kesejahteraan rakyat? Semakin dekatkah kita ke arah keadilan sosial? Semakin dekatkah kita ke arah kemajuan dan persatuan?

Ketika Sekber Golkar didirikan pada tahun 1964 yang kemudian berganti nama menjadi Golkar atau Partai Golkar maka dada para pendirinya penuh dengan rasa cinta tanah air. Ketika pendiri PDI pada tahun 1973 mendirikan PDI yang kemudian berganti nama menjadi PDI Perjuangan, maka dadanya penuh sesak dengan rasa cinta tanah air. Ketika para petinggi Partai Nahdlatul Ulama (NU), dan Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), bersama Perti, dan Parmusi sepakat bergabung dan mendirikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP); maka dada mereka penuh dengan rasa cinta terhadap tanah air ini. Ketika PKB, PKS dan PAN, serta PBB didirikan maka dada para pendirinya penuh dengan rasa cinta untuk memperbaiki bangsa. Ketika (Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa) GKPB didirikan pada tahun 1998 yang kemudian berganti nama menjadi PKP dan selanjutnya menjadi PKPI maka dada para petingginya penuh dengan rasa cinta tanah air. Ketika Demokrat didirikan pada 2001 yang berniat untuk memperbaiki Indonesia ke arah yang lebih baik, maka dada pendiri-pendirinya juga penuh dengan rasa cinta tanah air. Ketika Gerindra berdiri dan menawarkan Nasionalisme (Sayap Kiri)-nya maka dada para pendirinya menyala-nyala dan meluap-luap rasa cinta tanah air. Ketika para perintis Hanura berhasil mendirikan Hanura pada 2006 yang kemudian pada 2013 merangkul Partai Kedaulatan, Partai Republika Nusantara (RepublikaN), Partai Nasional Republik (Nasrep), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Kongres, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), serta Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI); maka dada para petingginya penuh dengan rasa cinta tanah air. Ketika Ormas NasDem didirikan pada 2011 yang kemudian bermetamorfosa menjadi partai politik maka dada para pendirinya penuh dengan rasa cinta tanah air.

Kita dalam era reformasi ini, sama-sama mengamalkan rasa cinta tanah air. Tetapi dasar yang mendorong kita kepada rasa itu tidak selalu sama. Satu partai dengan partai yang lain memiliki perbedaan tafsiran terhadap cinta tanah air itu. Yang satu mengamalkan rasa cinta tanah air itu karena mereka merasa perlu memeihak golongan Atas agar dapat berkembang dan membangun Indonesia, yang lain mengamalkan rasa cinta tanah air karena merasa perlu membela kaum Bawah, kaum Marhaenis yang selalu ditindas. Yang satu mengamalkan rasa itu karena menginginkan persatuan yang didasarkan pada rasa keagamaan yang sama, dan yang lain mengamalkan rasa itu karena berlandaskan pluralisme, humanisme, bahkan ada yang berlandaskan nasionalisme.

Semua partai itu mengamalkan cinta tanah air, bahkan barangkali semuanya mengejar Indonesia Sejahtera. Tetapi jika kita dalami satu per satu partai itu, sejak dari dari zaman belanda sampai sekarang ini, bahkan sejak dari Budi Utomo sampai sekarang ini, timbulah suatu pertanyaan yang abadi di pikiran kita: “Dapatkah partai-partai itu dalam bentuknya yang seperti itu dapat membawa rakyat Indonesia ke padang kesejahteraan yang kekal dan abadi?”.

Inilah suatu pertanyaan yang penting, pertanyaan yang harus dijawab, karena jawabannya itu terdapat pelajaran untuk perjuangan kita ke depan. Baiklah, sekarang saudara bisa menjawab pertanyaan di atas. Apapun jawaban saudara, pasti intinya: “Partai-partai itu di dalam sifat politiknya yang seperti itu tidak dapat membawa rakyat Indonesia kepada kesejahteraan yang kekal dan abadi”. Kenapa begitu? Karena setiap partai-partai itu saling menderita suatu kekurangan-kekurangan. Mari kita ambil contoh PKPI. Jikalau PKPI ingin mengikhtiarkan Indonesia Sejahtera, dapatkah ia berhasil? Dengan apa? Dengan anggota-anggotanya yang tidak banyak itu? Atau saudara melayangkan pikiran kepada Golkar, yang dahulu terkenal melegenda sebagai satu partai rakyat yang terbesar, yang anggotanya jutaan orang? Golkar adalah suatu partai yang massal, tetapi ia bukan partainya massa. Anggota-anggotanya terdiri dari kalangan elite, kalangan yang terpandang. Atau katakanlah PDIP, maka apakah PDIP dapat membawa Indonesia ke arah kesejahteraan? PDIP partainya massa, banyak anggotanya adalah kalangan bawah tetapi tidak sedikit pula anggotanya berasal juga dari kalangan elite, dari kalangan terpandang, dari kalangan atas. Dengan demikian, saya katakan PDIP tidak dapat membawa Indonesia ke arah kesejahteraan. Lalu bagaimana dengan Demokrat? Meskipun hari ini Demokrat mau banting setir ke arah yang benar atau jikalau Demokrat hari ini sudah di arah yang benar, tetapi citra Demokrat sudah hancur lebur (tidak dipercaya) di hadapan rakyat Indonesia karena beberapa kasus yang menerjang petinggi-petingginya belakangan ini. Bahkan saya dapat katakan bahwa, “seribu dewa dari kayangan tidak akan mudah membuat citra demokrat menjadi baik”. Lalu kita ambil Gerindra, yang sebagian besar anggotanya adalah para nasionalis. Dapatkah jika Gerindra? Jika Gerindra mau merubah Indonesia Rayanya menjadi Indonesia Sejahtera, maka tentulah visi akan lebih mudah diterima segala kalangan. Kemudian ambillah Hanura. Baiklah saudara, Hanura memang didukung oleh media massa yang bepengaruh di Indonesia, tetapi hanura seperti tidak mau berkoalisi dengan partai lain, tidak mau berkoalisi dengan rakyat sendiri. Sebagian besar Iklan yang disampaikan lewat media miliknya sediri hampir-hampir tidak sampai ke rakyat kalangan menengah. Bagaimana jika partai Islam seperti PKS, PKB, PAN, PBB, atau PPP? Jawabannya tentu ‘tidak dapat’. Kenapa? Ingatlah, bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari kalangan Islamis tetapi juga kalangan-kalangan lain yang berbeda. Partai Islam hanya memandang bahwa perjuangan kesejahteraan ini sebagai perjuangan Islam sendiri, dan kurang memperhatikan perjuangan rakyat nasional Indonesia, dan kurang memperhatikan perjuangan internasional. Atau saudara tiba-tiba teringat NasDem yang dulunya ormas kemudian menjadi partai politik, yang metamorfosanya tersebut juga terdapat kontra. Partai pengusung slogan perubahan ini memiliki kekurangan mendasar, yaitu bahwa partai ini mengira bahwa Indonesia harus berubah, bahwa Indonesia harus dipimpin menjadi baru, padahal tidak. Bahkan jika benar mengusung dan mengamalkan slogan perubahan, tentulah NasDem sendirilah yang harus dipimpin oleh orang baru, dipimpin oleh pemikiran yang baru, dipimpin oleh tokoh-tokoh yang baru pula, bukan yang lama.

Lalu bagaimana cara mewujudkan kesejahteraan tersebut?

Sabtu, 05 April 2014

Tips Trik Memancing Ikan

Browse: Home + +

Tips dan Trik Memancing secara Umum

Memancing adalah olahraga menyenangkan yang memerlukan keterampilan, dan kesabaran. Jika kita berbicara memancing secara umum, saya akan memberikan beberapa tips memancing yang berhasil saya kutip dari beberapa sumber.

1. Jika memancing di danau atau di sungai, memancinglah di tempat yang mana air berubah dari dangkal ke dalam. Karena Ikan akan berkumpul dan mencari makanan di daerah seperti ini.

2. Carilah daerah berlumut, karena ikan lebih memilih untuk berenang di daerah ini untuk mencari makanan.

3. Banyak orang yang menggunakan cacing sebagai umpan, tetapi juga dapat menggunakan belalang karena belalang merupakan pilihan yang cocok. Ikan-ikan yang lebih besar benar-benar menikmati serangga.

4. Matahari terbit adalah waktu yang sangat baik untuk memancing ikan, cobalah untuk pergi memancing pada waktu tersebut..

5. Bersaba! Kesabaran adalah kunci utama dalam memancing. Bawalah buku atau radio jika Anda berencana untuk keluar memancing dalam waktu yang lama, dan ingat: ‘semua hal baik datang kepada mereka yang menunggu’.

Dasar Memancing Ikan

Pertama-tama harus mengetahui beberapa hal yang menurut saya sangat penting, dan perlu diperhatikan sebelum memancing ikan.

1. Jenis Ikan.

Ada beberapa jenis ikan yang umumnya sering dijadikan obyek pemancingan; yang paling populer yaitu Ikan Mas, Ikan Mujair, Ikan Lele, Ikan Gurame, Ikan Nilem, bahkan belakangan ini mulai populer juga Ikan Bawal Tawar, dan Ikan Patin.

2. Jenis Air.

Jenis Air sangat berkaitan erat dengan jenis umpan yang dipakai; apakah pakai umpan alam, misalnya: Cacing, Jangkrik, Belalang, Udang, Bekicot, Ulat; atau memakai umpan olahan, misalnya: Pelet, Ubi, Tepung Beras; atau umpan-umpan yang sudah jadi dari toko-toko pancing: misalnya: Pa Ikin, Katulampa, Tombro, dan sebagainya.

3. Waktu Melakukan Kegiatan Pemancingan.

Ini sangat berkaitan dengan Cuaca yang nantinya akan berkaitan juga dengan jenis Umpan yang dipakai, dalam melakukan kegiatan pemancingan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca teduh, selain kita akan nyaman melakukannya pada cuaca tersebut ikan pada umumnya lapar. Seperti yang terdapat pada trik/tips memancing di atas, bahwa pada matahari terbit adalah waktu yang tepat digunakan dalam memancing.

4. Umpan Yang Dipakai.

Jenis Umpan yang sering dipakai ada 2 jenis, yaitu umpan alam dan umpan buatan. Khusus ikan Mas, pada umumnya lebih menyukai umpan buatan, dalam hal ini: Pelet atau umpan Putih, dan kedua jenis umpan tersebut akan lebih bagus kalau ditambahkan telur semut (kroto).

5. Teknik Pemancingan.

Ada 2 jenis Teknik Pemancingan, yaitu: Dasar tanpa pelampung, dan Atas memakai pelampung; tergantung berapa lama ikan tersebut di tanam di kolam.

Untuk Pemancingan Dasar biasanya ikan yang dipancing adalah ikan yang sudah lama ditanam dikolam, sedangkan teknik pemancingan Atas biasanya untuk ikan yang baru ditanam. Caranya :

a. Teknik Pemancingan Dasar.
Umpan cenderung sedikait keras; dan kail yang dipakai sedikit lebih banyak, biasanya 3-5 mata kail dan memakai timah sebagai pemberat, maksudnya agar umpan tersebut tidak mudah habis. Teknik pemancingan ini biasanya dipakai pada pemancingan lomba yang terkenal dengan sebutan ‘Galatama’.

b. Teknik Pemancingan Atas.
Teknik ini sering dipakai untuk memancing ikan yang baru ditanam, terutama ikan Mas, dimana pada teknik ini pada tali dekat mata kail dipasang pelampung sebagai tanda agar sipemancing mengetahui bahwa umpannya dimakan, biasanya pelampung akan timbul tenggelam, pada ujung tali tidak dipakaikan timah sebagai pemberat seperti pada pemancingan dasar, melainkan dibiarkan cenderung sedikit ngambang. Kenapa dibiarkan sedikit mengambang? Agar ikan yang baru di tanam biasanya masih mencari-cari lokasi yang ada di dasar kolam yang sesuai dengan feel mereka, dan ini biasanya cenderung mengikuti arah angin bertiup, sehingga dengan umpan yang dipasang sedikit mengambang maka umpan itu akan bergerak pula menurut rah angin dan tentunya itu sesuai dengan arah ikan juga.

Hal utama dalam memuaskan hobi memancing itu menjadi menyenagkan yaitu pada saat umpan dimakan oleh ikan, oleh sebab itu maka yang paling menentukan dalam dunia pemancingan yaitu Umpan yang dipakai. Mengapa demikian? Karena sebagaimanapun bagusnya teknik memancing, sebagaimanapun bagusnya alat yang dipakai, tapi bila umpannya jelek atau tidak sesuai maka hasilnyapun akan dijamin jelek dan tentunya penyaluran hobi ini akan terasa membosankan.

Sekian, Terima kasih.

Selasa, 11 Maret 2014

Proses Menuju Kiamat Besar

Browse: Home + +

Di Jaman Inilah Kiamat Akan Datang

”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya; setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya; setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya; setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah; setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad 37/361)